blue waves

blue waves
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Juli 2014

Muslim dan Muslimah Tangguh (Part 4): Memaknai Syukur Nikmat

 


Assalmu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh….

Semalam keadaan tidak begitu baik, entah kenapa hati ini dirundung kegelisahan. Otak ini bekerja dengan cepat, untuk dapat menggambarkan pemikiran-pemikiran. Ingin rasanya tangan ini beradu dengan pena, tapi rasanya sudah tidak ada ide. Suasana ini terbawa hingga sahur menjelang, apalagi pagi ini rupanya tidak ada sajian khusus untuk sahur. Kebetulan hanya berdua saja dengan Ibu, menu pagi ini hanya tumis kangkung dan telur asin. Aku yang notabene tidak suka dengan telur asin mengurungkan niat saja untuk bersantap sahur dan menegak segelas air putih. Masih saja terbawa suasana, hati ini semakin mendung dan aku putuskan untuk membuka beberapa file tulisan di laptop. Selang beberapa saat tanpa sengaja aku meng-klik sebuah folder foto tanpa nama yang tak disangka isinya foto kegiatan santunan ramadhan untuk anak jalanan yang aku adakan dengan remaja masjid tahun lalu….. Astaghfirullah sesaat hatiku terdiam dan tersadar, pagi ini satu ni’mat aku abaikan. Sedang diluar sana masih banyak orang-orang yang lebih membutuhkan.  
Ya Sohib… Alhamdulilahirobbil’alamin kita masih dikaruniai syukur atas sebuah nikmat. Kita tahu bahwa Allah SWT akan menambah nikmat seseorang yang bersyukur, sedang Allah SWT. Akan memberikan adzab untuk orang yang kufur. Naudzubillah…. Akan tetapi, bagaimana kita bisa mensyukuri nikmat Allah? Pertanyaan ini sederhana tetapi spertinya jawabannya tidak sederhana. Dari contoh sederhana di atas kita bisa mengambil hikmah bagaimana memahami nikmat sehingga kita bisa benar-benar bersyukur.
Ya Sohib Allah SWT. Memberikan nikmat dengan berbagai jalan. Alangkah baiknya jika kita memperhatikan yang memberi nikmat, bukan hanya sekedar memperhatikan nikmat yang diberikan. Teringat foto kegiatan santunan anak jalanan tadi jadi teringat bagaimana kesan mereka ketika kita berbagi sedekah meski hanya sekotak nasi, mereka makan dengan lahapnya. Tak lupa mereka berterima kasih karena bisa makan enak, selama ini mereka makan seadanya bahkan jika tidak ada uang ya terpaksa harus menahan lapar. Terpancar jelas di wajah mereka rona kebahagiaan. Mereka menjabat tangan kami sembari mengucapkan doa untuk kami, entah itu agar rizkinya bertambah, bisa sukses, apapun yang diinginkan bisa diijabah. Alhamdulillah. Mereka bangga karena kami masih  memperhatikan dan peduli dengan mereka. Nah, Ya Sohib… jika demikian halnya mengapa kita tidak pernah puas dengan apa yang sudah Allah SWT. berikan kepada kita? Berapa banyak yang sudah diberikan kepada kita? Dan berapa banyak kita bersyukur. Sungguh semuanya tidak pernah sepadan. Begitu sayangnya Allah kepada kita hingga setiap detik kita tidak pernah lepas dari nikmatnya. Mulai dari udara yang kita hirup, mata yang setiap beberapa detik bisa berkedip, semua anggota tubuh yang masih berfungsi normal. Subhanallah…  
Ya Sohib, coba kita lihat dan perhatikan apa yang ada dalam diri kita, bukan pada diri orang lain. Lihat dan perhatikan apa yang sudah kita dapatkan, bukan apa yang belum kita capai. Kita membutuhkan kesehatan, Allah sudah berikan. Kita membutuhkan rezeki, Allah sudah berikan meski ukuran rezeki setiap orang berbeda. Kita butuhkan rasa nyaman, allah berikan kenyaman untuk bisa menghirup udara setiap detiknya. Tetapi jika yang kita lihat apa yang belum kita miliki maka bukan syukur yang kita dapat melainkan kekufuran. Kita boleh melihat ke atas untuk sebuah masa depan, tetapi jika itu membuat kita tersiksa atas apa yang belum kita capai maka sebaiknya cobalah lihat ke bawah masih banyak orang-orang yang lebih membutuhkan. Masih berjajar di bawah garis kemiskinan. Jangan pernah egois tak memikirkan mereka, jangan pernah merasa masalah kita lah yang paling pelik padahal masih banyak masalah mereka jauh lebih pelik tapi mereka tetap bersabar dan bersyukur.
Ya Sohib … Sejatinya seseorang yang senantiasa bersyukur atas nikmat Allah, maka Allah akan memberikan tambahan nikmat. Baik itu berupa nikmat lahir maupun batin. Seseorang yang mendapat rezeki berupa uang dan bersyukur maka dengan syukur itu akan bertambah ketentraman batinnya, meski mungkin rezeli yang diharapkan belum sesuai dengan harapan. Contoh lagi seseorang yang memiliki istri yang shalihah dan memperlakukan istrinya dengan sebai-baiknya dan dengan itu pula bertambah kesalihahan istrinya dan semakin patuh pula terhadap suami. Meskipun paras sang istri tak begitu cantik, subhanallah Allah menambah nikmat tentram pada suami.
Ya sohib jika sebaliknya, seseorang yang tidak mau bersyukur atas nikmat Allah SWT. maka siksaan Allah sangatlah pedih. Baik siksaan lahir ataupun batin. Contoh saja saat Allah memberikan nikmat makanan untuk bisa dinikmati meski sederhana, saat kita bersyukur maka makanan itu akan terasa nikmat, tetapi jika kita mengeluh maka secara batin kita tidak bisa merasakan nikmatnya.
Ya sohib nikmat apapun yang Allah tambahkan baik lahir maupun batin , maka kita serahkan semua kepada Allah. Tugas kita hanya bersyukur. Sedang syukur bisa dilakukan dengan lisan, dengan mengucap Hamdalah (Alhamdulillahirobbil’alamin). Syukur yang dilakukan dengan perbuatan adalah dengan menggunakan nikmat yang diberikan oleh Allah di jalan yang diridhoi Allah, bukan yang dimurkai Allah. Jangan sampai kita kufur kepada Allah dan menjadikan kita syirik. Naudzubillahimindzalik…
Semoga catatan kecil ini bermanfaat dan bisa meningkatkan keimanan kita di bulan ramadhan ini. Waasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 07 Juli 2014

Muslim dan Muslimah Tangguh (part 3): Menghilangkan Kecewa



If you love something, let it go. If it comes back to yours forever.
If it doesn’t, then it was never meant to be


Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ya sohibul khoir ....

Satu jam  yang lalu led BB ku menyala dengan serentetan pesan. Seseorang di seberang jalan tengah membuatku menelan ludah karena sebuah ice cream Magnum yang baru saja keluar di iklan sudah bisa dinikmati. Tetapi ternyata tidak dengan dia yang merasakan nyata, seseorang disana mengeluh Ice Cream ini terlampau pahit untuk dinikmati. Aku mulai menangkap kegelisahannya, hingga ujung-ujungnya terdengar sebuah cerita dramatis. Hal ini tidak hanya di alami oleh satu orang. Di seberang sana lima orang sahabat sedang dirundung maslah yang sama berlatar "Patah Hati" Masyaallah.

Masalah hati masih menjadi topik utama di tengah Ramadhan ini. Tapi kenapa masalah hati ujung-ujungnya harus pelik, sih. Padahal yang kita tahu begitu tulusnya Allah SWT. mengamanahkan sebuah perasaan di dalam hati manusia. Meski hakikatnya kepada Allah SWT. lah tingkatan tertinggi untuk melebihkan cinta. Tapi rupanya belakangan kita lalai akan hal ini, Allah SWT menghadirkan rasa cinta itu untuk meningkatkan kecintaan manusia kepada Nya dan kepada makhluk cipta Nya jadi tidak hanya kepada makhluk nya saja.

Ya Sohib, sesungguhnya perasaan ini tidak bisa disalahkan. Patah hati itu sendiri seolah menjadi ujung dari sebuah hubungan yang rumit. Berbagai macam masalah yang di kaitkan dengan patah hati. Kalau dalam kamus anak muda sekarang diputus "broken heart", sudah lama setia dan tiba-tiba ditinggalkan "broken heart", dijanjikan menikah tetapi batal "broken heart" semua serba "broken heart". Sakit memang rasanya jika urusannya dengan hati yang sedang kecewa. Semua serba salah, kita sendiri tidak bisa memahami dan dipahami jika dirundung masalah seperti ini. Seolah hanya bayangan hitam yang berusaha mengikuti kekecewaan kita. Ya Sohib, tidak ada yang bisa dipersalahkan dalam masalah seperti ini. Realitanya mau menyalahkan siapa kita? Menyalahkan seseorang karena dianggap dia tidak bertanggung jawab, atau mungkin kita masih menuntut dia peduli dengan rasa sakit kita, atau mungkin memaksa pasangan kita untuk kembali dengan kita bagaimanapun caranya. Iya, jika pasangan masih peduli dengan kita, tapi jika tidak kita juga yang akhirnya patah hati dan kecewa. Apapun alasannya intinya jika kita mencintai seseorang melebihi cinta kita pada Allah SWT. saat kita kecewa Allah SWT tidak akan mudah menunjukkan cintaNya kepada kita.

Berdasarkan Firman Allah Pada surat At-Taubah [9]:24 “Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”(Qs. At Taubah[9]:24)

Ya sohib, jika kau rasakan dikecewakan itu sakit maka berusahalah untuk tidak mengecewakan orang lain. Sesungguhnya hanya kepada Allah SWT, lah kamu melabuhkan cinta terbesarmu. Alangkah baiknya saat kita kecewa, kita bisa belajar memahami untuk tidak menyalahkan orang lain begitu pula menyalahkan keadaan, siapa tau kesalah itu bukan berasal dari pasangan kita melainkan dari kita sendiri. Sebagai muslim dan muslimah yang tangguh hendaknya ber muhasabah (evaluasi diri) untuk bisa menyikapi suatu masalah dengan bijak. Nah bermuhasabah yuk, di sini aku akan mencoba membahas beberapa ciri-ciri orang kecewa yang berlebihan beserta solusinya:

1.  Tidak sadar diri: Dalam keadaan kalut seseorang bisanya selalu menempatkan posisinya pada pihak yang selalu merasa dirugikan.Yang ada dipikiran mereka hanya seseorang yang membuatnya kecewa tanpa mereka sadar orang yang mengecewakan belum tentu sepemikiran. Untuk itu patutnya kita mencoba untuk selalu berfikir positif. Perbanyaklah istighfar untuk bisa membantu menenangkan hati. Berpengaruh itu pasti, tapi cobalah memberikan ruang sendiri untuk kecewamu, jangan campur adukkan dengan hal-hal positif yang ada di pikiran kita. Tetap fokus pada tujuan kedepan yang akan di capai sehingga masih bisa mengerjakan apapun dengan maksimal.

2. Berlebihan menyalahkan diri sendiri: Kekecewaan yang berlebihan menjadikan seseorang selalu menyalahkan diri sendiri. Contoh saja saat seseorang diputus oleh pasangan pastilah dia merasa dirinya kurang. "Apa aku kurang setia, apa aku kurang memahamimu, atau apa aku kurang mengerti dia" kata-kata tersebut biasanya sering muncul yang ujung-ujungnya mengiba ke pasangan dan mengungkit semua hal-hal yang sudah diberikan. Masyaallah kita memang bukan Miss/ Mr perfect yang semuanya harus sempurna. Banyak sekali kekurangan. Kiranya kita bisa bijak menggunakan kata-kata di atas untuk muhasabah / evaluasi diri, tetapi bukan untuk menyalahkan diri sendiri. Sayang kan...

3. Tidak mau menerima pendapat orang lain: Sepertinya pada masa ini Mr/ Miss Galau lagi dirundung kebimbangan yang teramat sangat. Hehe.. Astaghfirullah. Semuanya diabaikan, pendapat orang-orang disekitar rasanya hanya angin lalu. Intinya "SAYA BENAR, dan PALING BENAR". Halooo... Ya Sohib kita tidak akan pernah bisa hidup sendirian. Apa-apa juga masih butuh bantuan. Cobalah sedikit mendengar masukan dari orang-orang sekitar. Termasuk sahabat dan keluarga. Dengan berkomunikasi Insyaallah kita akan lebih mudah untuk mendapat solusi. Dua kepala itu mengahsilkan lebih dari satu solusi.

4. Merasa benci tak beralasan dan mudah tersinggung: Ya Sohib, kalau problemnya seperti ini rasanya setan masih terus nempel di hati deh. Tapi kenyataannya memang seperti ini, senggol sedikit cemberut. Senggol sedikit langsung nada "sopran". Rasanya not nadanya harus diturunkan beberapa oktaf. Hehe. Jika memang seperti ini cobalah rileks dan tidak berfikir macam-macam. Cobalah merubah cara pandang kita terhadap sesuatu dan mencoba menghargai bahwa segala sesuatu itu dinilai bukan berdasarkan ego kita


Ya Sohib, kekecewaan itu hanyalah sebuah kamuflase hidup yang memang ada. Tanpa kecewa kita tidak bisa merasakan bahagia yang utuh. Masa lalu itu terlalu manis untuk dihapuskan begitu pula tidak ada seseorang pun yang berhak menghapus masa lalu, tetapi jika kita terlarut dalam masa lalu masa depan kita lebih berharga untuk kita abaikan. Hapuslah rasa kecewa kalian bersama dengan berjalannya waktu dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah meghadirkan sesuatu bukan tanpa alasan, kita hanya perlu paham. Karena waktu kita akan semakin sia-sia dengan mematri rasa kecewa dalam hati. Katakanlah dalam hatimu "Duniamu lebih membutuhkanmu, untuk bekal akhiratmu." Saat ini rasakan saja bahwa rasa kecewamu saat patah hati itu sebagai lapisan luar dark chocolate magnum yang nantinya akan termakan habis, hingga di dalamnya sebuah lapisan vanila lembut yang manis menanti untuk bisa dirasakan. Let's MOVE ON... Apalagi sekarang ramadhan fokus ibadah dulu Yuk... Insyaallah Allah akan mengganti kekecewaan kalian dengan hal yang lebih manis.

 Wassalamu'alaikum Wr. Wb.... semoga bermanfaat ya ukhti.. ya akhi... :)

Cooming soon:
The power of "IKHLAS"  with some of stronger people  :)



Sabtu, 05 Juli 2014

Makna Sholeh : Sudah sholeh/ sholihahkah kita?



Sudah Sholeh dan sholihah kah kita?


Assalamu’alaikum Wr. Wb. Ya Sohibul khoir ….

Beberapa hari yang lalu tiga orang temanku  melahirkan dalam waktu yang bersamaan. Syukur Alhamdulilah rasanya ketika mendengar kabar bahagia ini. Kabar bahagia ini mampir hampir bersamaan di blackberry ku. Berkah yang belimpah, dapat keponakan sekaligus tiga orang. Reflek aku membalas semua bbm yang masuk, seperti biasa aku membalas dengan kata-kata “Semoga jadi anak yang sholeh atau sholihah ya…”.Terlihat banyak status –status teman yang lain juga berganti dengan doa semoga kelak menjadi anak yang sholeh dan sholihah. Tapi sudahkah kah kita tahu apa sih sebenarnya makna sholeh itu? Bagaimana bisa mendoakan seseorang tanpa tahu maknanya. Dalam benakku sendiri makna sholeh itu ya anaknya nantiya pinter ngaji, pinter hal-hal yang berbau agama dan yang agamis pokoknya. Belum puas dengan jawaban di benakku sendiri akhirnya aku mencoba memahami dari berbagai cerita dan sumber dan mencoba mendifinisikan makna sholeh/ sholihah dalam kehidupan. Simak yuk…

Secara etimologi, sholeh/ sholihah itu artinya bagus/baik. Tentu, sesuatu itu dikatakan 'baik/bagus' karena memenuhi kriteria tertentu. Contohnya saja: seseorang yang bisa membaca Al-Quran dengan fasih, tetapi seseorang itu belum faham bagaimana cara mengamalkannya dalam kehidupan. Apakah bisa seseorang itu disebut sholeh/ sholihah?. Contoh lain lagi Seorang pendidik/ guru yang ahli ibadah, setiap pagi hari tak pernah lalai untuk sholat sunnah sampai akhirnya beliau harus telat untuk datang ke sekolah. Apakah bisa beliau disebut sebagai seseorang yang sholeh/sholihah?

Sedianya kita tahu dalam kehidupan yang kita jalani kita harus bisa menempatkan diri kita pada posisi dimana berada. Yang dimaksud disini adalah menempatkan hubungan antara manusia dengan Allah SWT. serta hubungan manusia  dengan manusia lainnya. Ketika kita dengar kata sholeh dan sholihah tentunya yang ada di fikiran kita adalah semua sifat yang baik-baik yang bersifat agamis dan berhubungan denga Allah SWT. seperti: pintar mengaji, patuh pada orang tua. Seperti yang sudah saya contohkan di atas.  Tetapi setelah saya fahami arti sholeh yang seseungguhnya tidak berhenti dari situ. Orang disebut sholihah bila padanya terdapat sifat-sifat sholeh/ sholihah (kebaikan) : jujur, patuh, serasi, rapi dll.  Semua itu diterapkan dalam kapasitas fungsi atau profesi masing masing. Sebagai anak, orang tua, masyarakat, pekerja, pelajar , Kyai, ahli ibadah  dll.

Bagaimana sholehnya seorang pelajar? Bagaimana sholehnya anak? Bagaimana sholehnya Kyai? Bagaimana sholehnya polisi?. Ukuran sholeh disini memiliki porsi tersendiri. Contoh dalam kehidupan bisa kita jumpai.  Suudzon (prasangka buruk) nya seorang Kyai itu sebuah musibah, sedangkan suudzonnya seorang polisi itu termasuk kesholehan. Bagaimana bisa? Patutnya seseorang Kyai yang menerima tamu datang ke rumahnya harus memiliki fikiran yang husnudzon. Mungkin kedatangan tamunya ingin silaturahmi, meminta petunjuk atas maslah dsb. Tetapi untuk seorang aparat Negara baginya sifat suudzon itu merupakan sebuah kesholehan. Bagaimana tidak jika seorang polisi selalu berfikiran baik tanpa mengatahui siapa tamunya, apa maksud dan tujuannya, terosis kah?. Jika seorang polisi selalu berhusnuzon maka kejahatan tidak akan bisa terungkap.  Contoh lainnya jikak kita sebagai pengajar atau pelajar harus telat berangkat ke sekolah dikarenakan sholat duha atau dzikir yang begitu lamanya. Hal tersebut menjadikan kita jauh dari kata sholeh.

Nah dari beberapa ulasan di atas, tentunya sohib jadi paham bahwa seseorang dikatakan sholeh jika seseorang itu faham dan bisa menempatkan sesuatu  pada tempatnya. Tentunya semua makna tersebut bisa di maknai dengan ilmu.

Firman Allah SWT yang artinya “ Aku tidak menginginkan apapun selain kebaikan “ (QS Hud 88). Seperti dinyatakan dalam QS as-SyuÝarÁ 151-152: “ Dan janganlah kamu menuruti perintah orang-orang yang melampaui batas. Yaitu mereka yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan“ Namun seperti kata Rasulullah, SAW.
Jadi, sudah sholehkah kita? Kiranya semua ukuran  sholeh/sholihah tersebut bisa kita nilai mulai dari diri sendiri. Begitu pula saat mendoakan seseorang, kiranya kita sudah tahu makna sholeh/sholihahh sebenarmya.
Semoga bermanfaat, dan mendapat hikmah Ya Sohib… 


Wassalamu’alaikum Wr, Wb.

Selasa, 01 Juli 2014

Muslim dan Muslimah Tangguh: ITU AKU!


          


           "Bang Ardi, ngapain sih mondar-mandir saja dari tadi," seruku tajam sembari melenggang.
           "Kamu tak taulah, rumit sekali masalahnya. Aku sudah ndak sanggup lagi, Na."
           "Sejak kapan Allah memberikan ujian sebuah masalah tanpa solusi, Bang?"

Assalamu'alaikum ihwan dan akhwat muda....

Rasanya percakapan di atas begitu familier di telinga kita. Jangankan masalah besar, masalah kecil saja kadang kita mengeluh tak sanggup. Seperti air terjun yang melewati celah-celah bebatuan, begitu pula permasalahan yang mengalir di antara celah-celah perjalanan hidup kita.Ketika masalah itu hendak diabaikan jatunya pasti tetap berada di pikiran. Ketika masalah hendak dikesampingkan jatuhnya pasti tetap menghantui. 

Ya sohib ... saat masalah datang merundung bukan hal yang tabu untuk kita melampiaskan dalam juntaian air mata. Karena sesungguhnya air mata itu dipercaya bisa mengeluarkan beban di hati. Ibarat masalah kita ini 100%, 20% bisa di selesaikan dengan air mata selebihnya kita memang harus mencari jalan keluar untuk permasalah kita. Aku tahu betapa sakitnya dikecewakan, betapa sakitnya dikhianati, betapa sakitnya saat kita bertemu seseorang yang tak bertanggungjawab, aku tahu betapa sakitnya saat kita menjumpai kegagalan dari hal yang sudah kita rencanakan. Hingga rasanya tak ada daya lagi untuk menatap hidup kedepannya. Menyepi dalam kesendirian dan keterpurukan rasanya menjadi pilihan tepat saat itu. Tapi sampai kapan kita akan terus terpuruk seperti ini? Tidakkah kau tahu bahwa hidupmu terlalu indah untuk kau abaikan. Tentunya kamu sadar bahwa sebuah permasalahan akan menjadi masa lalumu, lalu untuk apa kamu harus bersusah payah mengurus hal yang akan menjadi masa lalumu?


“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah: 5-6).

Ya sohib....patutlah kita ingat sesungguhnya kepada Allah lah kita harus kembali. Pada fase ini keihklasan hati menjadi peran utama untuk bisa berfikir dengan kepala dingin. Sesungguhnya Allah menghadirkan permasalahan itu merupakan ujian untuk meningkatkan derajad umatnya. Lisan kita berkata "bangkit" tetapi hati kita masih tidak ikhlas, Rasanya percuma saja, itu hanya akan menjadikan kamuflase. Jujurlah untuk lisan dan hatimu sendiri itu akan mempermudah untuk kebangkitanmu. Cepatlah bangun dari keterpurukan karena masih banyak amanah yang Allah berikan di pundak kita, dan kita bertanggung jawab untuk menjaga dan menjalankannya.

Ya sohib masih banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk bangkit dari keterpurukan:

1. Yakini! Imani. Bahwa Allah itu ada. Tanpanya kita bukan apa-apa. Allah selalu mengawasi kita di mana pun kita berada.
2. Beribadah. dengan ikhlas! Percayalah, bahwa Allah itu dekat dengan kita. Makanya, yuk beribadah dengan tepat waktu. Jangan menunda-nunda. Jangan pernah lakukan hal-hal yang buat kita jadi lalai dengan perintah Allah. Tidak ada yang bisa lebih penting daripada merealisasikan apa yang Allah minta dari sahabat!
3. Sholat di sepertiga malam. Berdo’alah ketika yang lainnya tertidur nyenyak. Sesungguhnya jarak antara permasalahan dan solusinya itu hanya sejauh sajadah dengan sujudnya.

4. Ingat terus nama-Nya. Apa maksusnya? Berdzikirlah, karena dengan mengingat Nama-nya kita akan selalu ingat bahwa Allah lah yang menghendaki semua penciptaan yang ada di dunia maupun akhiratnya.

5. Bersyukur atas semua yang kita miliki. Baik itu dari rohani, mental, fisik, mterial, atau perasaan. Syukur merupakan bentuk keikhlasan kita atas apa yang Allah berikan.

6. Hormati pendapat orang lain. Karena Allah ciptakan orang berbeda-beda.  Tanpa pendapat, hal-hal tidak akan pernah membaik.Terkadang kita butuh seseorang untuk bisa memberikan pencerahan. Pilihlah seorang murabbi atau seseorang yang benar benar bisa amanah menjaga rahasia dari suatu permasalahan. untuk nantinya bisa mendapatkan solusi yang tepat.

7. Jangan pernah bohong! Harus ditekankan lagi. Allah membenci pengikutnya untuk berbohong kepada orang lain. Ketika lisan bisa berbohong tapi ingatlah bahwa hati nurani kita tidak pernah bohong. Bohong hanya akan membuat masalah semakin rumit.

8. Jangan pernah buang waktu pada hal-hal yang tak berguna. Waktu adalah untuk ibadah, pastikan gunakan waktu untuk hal yang positif dan bermanfaat.Masa depan akan terabaikan jika kita membuang waktu. Banyak orang yang ingin menantikan keberhasilan kita. Keluarga, sahabat, serta orang-orang terdekat kita.
.
9. Membantu kaum miskin dan anak yatim dengan cara apapun mungkin. Memberi mereka makan, memberi mereka uang, dan lain-lain memiliki banyak perbuatan (thawab)
.
10. Ini yang terakhir. Yang paling penting adalah selalu ikhlas, bersemangat, berusaha, dan berdo’a. Jangan pernah putus asa ya! Bagaimana pun juga. Kita diberikan nikmat oleh Allah yang sangat banyak. InsyaAllah dengannya bisa menjadikan kita muslim dan muslimah yang kuat, tangguh, dan sholeh.

Ya Sohib.... patutlah kita selalu memohon kepada Allah untuk selalu diberikan ketegaran. Semoga semua permasalahan yang terjadi dapat meningkatkan derajad kita di mata Allah dan kiranya dosa-dosa kita bisa digugurkan.

                "Bang Ardi, apa masih menyesal dengan semua permasalahan ya terjadi?"
                "Alhamdulilah Na, sudah sedikit berkurang."
                "Letakkan tangan di dadamu dan  katakan, Bang. Allah bersama orang-orang tangguh." :) 

Wassalamu'alaikum..... semoga bermanfaat